Memiliki Roh yang Kuat lewat Membangun Kehidupan Doa (2)

Posted: 21 Jul 2013 08:00 AM PDT
(sambungan)

Kita bisa belajar dari Daniel mengenai pembentukan roh yang kuat lewat doa. Apa saja pengaruh luar biasa dari doa akan hal ini? Mari kita lihat satu persatu lewat kisah Daniel.

1. Doa mendatangkan hikmat dan pengurapan Allah
Kebiasaan Daniel berlutut dan mencari Tuhan ternyata membawa hikmat dan pengurapan Allah turun atasnya. Hikmat disini bukanlah hikmat yang ada di dunia tetapi merupakan hikmat yang lebih tinggi yaitu hikmat Allah, sebuah hikmat yang berada diatas batas kemampuan pengetahuan kita. Mengandalkan kepintaran, tenaga, kemampuan finansial mungkin bisa mengatasi sebagian masalah. Tapi hikmat Tuhan bisa memberitahu apa yang kita tidak tahu atau mengerti. Hikmat Allah adalah sebuah hikmat yang tidak terbatas melebihi kepintaran manusia.

Sebuah contoh menarik diluar Daniel mengenai bagaimana jika hikmat Allah yang turun atas manusia bisa kita lihat dari Nuh. Pada masa Nuh sepertinya orang belum mengenal kapal, sehingga jika kita berada di posisi Nuh, kita tentu bingung seandainya Tuhan menyuruh kita membangun kapal. Tapi Nuh ternyata sanggup melakukan tepat seperti apa yang ditugaskan Tuhan. Bukan saja untuk keluarganya tetapi untuk segala spesis hewan sepasang-sepasang. Bagaimana Nuh bisa membangun kapal? Alasannya bisa kita baca dalam awal kisah Nuh: “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” (Kejadian 6:9).

Dalam hidup kita akan berhadapan dengan begitu banyak hal yang memerlukan pengambilan keputusan. Sekali lagi, kita bisa mengandalkan apa yang kita miliki hari ini, tetapi diatas segalanya akan jauh lebih baik apabila kita bisa mendapatkan hikmat Allah agar apapun yang kita putuskan tidak salah atau melenceng dari rencana Tuhan. Sepakat dengan rencanaNya, itulah intinya, dan itu bisa kita ketahui jika hikmat dan pengurapan Allah turun atas kita.

2. Doa mendatangkan nasihat dan teguran
Ketahuilah bahwa Tuhan bisa mengingatkan kita akan pikiran-pikiran negatif, rasa takut, ragu-ragu, khawatir dan menjauhkan kita dari bermacam-macam godaan jika kita membangun hubungan yang karib dengan Tuhan lewat doa. Daniel dijebak lewat cara berdoanya. Pada waktu surat larangan untuk berdoa selain kepada raja dibuat, Daniel sama sekali tidak goyah dan terus berpegang kepada keputusan yang benar. Dia terus tetap tenang dan berdoa, bahkan ketika para musuh sudah tiba tepat di hadapannya. “Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.” (Daniel 6:12). Bagaimana mungkin ia bisa tetap tenang dan membiarkan dirinya tertangkap basah setelah tahu betapa berat ancaman hukuman yang harus ia terima? Rohnya yang kuat lewat doa teratur membuatnya bisa mendengar berbagai nasihat dari Tuhan. Hikmat Allah turun atasnya sehingga ia tidak perlu takut menghadapi masalah berat yang mengancam jiwanya.

Bentuk hubungan yang karib atau akrab seperti itu tentu membuatnya peka terhadap nasihat-nasihat dari Tuhan, termasuk teguran apabila ia berbuat sesuatu yang keliru. Jika hikmat Allah memungkinkan kita untuk bisa tahu sesuatu yang melebihi kemampuan daya pikir kita, tentu berbagai nasihat dan teguran dengan sendirinya akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pula.

3. Doa mendatangkan iman dan ketenangan
Kemana kita lari ketika masalah menghantam kita? Daniel memutuskan untuk datang kepada Tuhan. Ia tetap tenang meski ketika musuh sudah tiba dan siap menangkapnya. Iman dari rohnya yang kuat membuat Daniel bisa tetap tenang dan khusyuk berdoa tanpa terganggu situasi sekitarnya, bahkan dalam keadaan sangat genting sekalipun.
(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s