Memiliki Roh yang Kuat lewat Membangun Kehidupan Doa (1)

Ayat bacaan: Daniel 6:11
====================
“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Tahukah anda apa gunanya berdoa dan apa pengaruhnya bagi hidup? Banyak orang yang berdoa karena kebiasaan atau rutinitas saja, alias hanya bersifat seremonial. Banyak yang lebih mementingkan tata cara, gerakan dan doanya hanya berupa hafalan. Ada juga yang berdoa karena takut berdosa atau karena takut setan. Hakekat berdoa sebenarnya jauh lebih daripada itu. Doa punya kekuatan yang sangat luar biasa dalam banyak hal. Ambil satu contoh kekuatan doa seperti yang tertulis dalam ayat berikut: “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (2 Tawarikh 7:14). Doa bisa membuat dosa kita diampuni, kondisi keluarga kita dipulihkan, lingkungan dimana kita berada, bahkan negeri pun bisa dipulihkan. Itulah sebabnya baik tidaknya negara akan sangat tergantung dari seberapa banyak orang percaya yang berdoa untuk bangsa dan negaranya. Banyak orang yang lebih mementingkan jumlah dan lamanya doa ketimbang isinya. Atau kemasan kata-kata dipercaya menentukan didengar tidaknya sebuah doa. Intinya, banyak orang berdoa, tapi sedikit yang tahu makna, tujuan, kegunaan dan kekuatan di balik sebuah doa.

Tahukah anda bahwa doa bisa membuat anda memiliki roh yang kuat? Dalam renungan kali ini mari kita belajar mengenai pengaruh doa dalam memiliki roh yang kuat lewat kisah Daniel. Daniel dikenal sebagai pejabat raja yang luar biasa, melebihi 120 wakil raja dan dua pejabat lainnya seperti yang bisa dibaca dalam Daniel 6:2-4. “Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.” Yang juga unik adalah bahwa Daniel tetap menjabat dalam 4 kali pergantian raja. Dari mana Daniel meperoleh itu semua? Dari rangkaian ayat diatas kita bisa menemukan alasannya. Daniel bisa memiliki itu semua “karena ia mempunyai roh yang luar biasa.” Dan itu merupakan hasil dari doa.

Dari mana kita tahu bahwa itu merupakan hasil dari kekuatan doa? Kita bisa melihatnya dari gaya hidup Daniel yang dipenuhi doa. “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” (Daniel 6:11). Ayat bacaan kita hari ini menyatakan bahwa Daniel secara rutin berdoa tiga kali sehari.

Mari kita lihat apa yang terjadi. Karena Daniel memiliki posisi penting diatas para wakil dan pejabat lain, merekapun mulai merancang dakwaan untuk menghabisi Daniel. Mereka dikatakan tidak menemukan satupun kesalahan kecuali dalam hal ibadahnya (ay 6). Reaksi Daniel ternyata berbeda dengan kebanyakan orang. Jika orang akan ketakutan bahkan bukan tidak mungkin segera mengorbankan imannya agar selamat dari ancaman, Daniel tidaklah demikian. Ia memutuskan untuk tetap melakukan apa yang biasa ia lakukan, yaitu menjaga hubungan dengan Tuhan lewat doa teratur dan rutin. Daniel memilih untuk menghadapi bersama dengan Tuhan, karena rohnya yang kuat tahu bahwa bersama Tuhan ia pasti bisa mengatasi permasalahan tidak peduli berapa besarnya. Roh yang kuat milik Daniel tidak bisa digoyahkan oleh apapun. Kita tahu apa hasilnya, Daniel selamat dari terkaman singa di dalam gua dan kemudian para penuduhnyalah yang akhirnya binasa dimangsa singa-singa tersebut.
(bersambung)

Sumber: renungan-harian-online.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s