Pelajaran dari Belalang (2)

Pelajaran dari Belalang (2)
Ayat bacaan: Amsal 30:27
========================
“The locusts have no king, yet they go forth all of them by bands”

Satu ekor belalang kecil bisa terlihat lemah. Jika mau, kita bisa menghabisinya dengan sangat mudah hanya dengan sedikit tenaga saja. Tapi coba bayangkan apa yang terjadi jika belalang itu tidak sendirian melainkan membawa teman-temannya, datang dalam satu kelompok besar. Apa jadinya jika kita diserbu ratusan bahkan ribuan belalang sekaligus? Bagi para petani, itu merupakan bencana. Serbuan belalang seperti ini bisa sangat merepotkan dan merugikan. Maka belalang pun dikategorikan ke dalam hama yang bisa merusak hasil pertanian mereka.

Saya ingin melanjutkan renungan kemarin mengenai pembelajaran yang bisa kita dapatkan dari belalang. Jika kemarin saya menyoroti masalah keteraturan atau taat peraturan termasuk didalamnya peraturan yang langsung berasal dari Tuhan, hari ini mari kita lihat mengenai kekuatan lewat sebuah kebersatuan dimana kerjasama merupakan faktor yang penting didalamnya.

Ada baiknya jika kita melihat sejenak mengenai apa yang terjadi ketika Firaun tetap mengeraskan hatinya untuk melepaskan Israel dari perbudakan di Mesir. Meski sudah diingatkan Tuhan lewat Musa dan Harun, nyatanya Firaun tetap membandel. Dan serangkaian tulah pun hadir menimpa bangsanya sebagai konsekuensinya. Tulah ke delapan yang dijatuhkan adalah segerombolan belalang dalam jumlah yang begitu besar. Apa yang terjadi tepatnya sebagai berikut. “Datanglah belalang meliputi seluruh tanah Mesir dan hinggap di seluruh daerah Mesir, sangat banyak; sebelum itu tidak pernah ada belalang yang demikian banyaknya dan sesudah itupun tidak akan terjadi lagi yang demikian. Belalang menutupi seluruh permukaan bumi, sehingga negeri itu menjadi gelap olehnya; belalang memakan habis segala tumbuh-tumbuhan di tanah dan segala buah-buahan pada pohon-pohon yang ditinggalkan oleh hujan es itu, sehingga tidak ada tinggal lagi yang hijau pada pohon atau tumbuh-tumbuhan di padang di seluruh tanah Mesir.” (Keluaran 10:14-15). Terdengar sangat mengerikan bukan? Jika kita pernah melihat bagaimana kesulitan yang dihadapi penduduk di suatu daerah ketika menghadapi serangan belalang, disini dikatakan bahwa pada saat itu serangan jauh lebih besar dari yang pernah ada, dan tidak akan pernah ada serangan belalang yang lebih besar lagi setelahnya. Dalam sekejap mata Mesir berubah menjadi lautan belalang yang mengubah Mesir menjadi gurun gersang dalam waktu singkat.

Satu belalang mungkin tidak akan berpengaruh apa-apa, tapi dalam jumlah banyak belalang bisa sangat merepotkan bahkan beresiko membawa bencana. Agur bin Yake mengatakan: “belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur.” (Amsal 30:27). Dalam versi Bahasa Inggris (Amplified) dikatakan: “The locusts have no king, yet they go forth all of them by bands”. Meski belalang tidak memiliki raja, namun mereka bisa bersatu dengan kuat dalam kelompoknya secara kolektif untuk satu tujuan tertentu. Apa yang kita lihat belakangan ini adalah situasi dimana manusia semakin lama semakin sulit untuk bersatu, terus mementingkan ego dan selalu memperbesar jurang perbedaan. Bahkan seringkali kita menyaksikan betapa sulitnya kita yang seiman sekalipun untuk bersatu. Karenanya kita patut malu terhadap belalang ini. Mungkin di dunianya, masing-masing belalang punya kepentingan dan pendapatnya sendiri-sendiri juga, tetapi mereka bisa mengesampingkan itu semua demi kepentingan bersama. Mereka bisa bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu, dan hasilnya bisa sangat luar biasa besar. Jika belalang yang tidak memiliki raja bisa bersikap demikian, betapa memalukannya kita yang memiliki Raja tidak bisa melakukannya.

Walaupun Perjanjian Baru banyak memberi penekanan kepada pertumbuhan iman kita masing-masing, tetapi Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk menjadi individu-individu yang eksklusif. Gereja tidak akan pernah bisa menjadi terang dan garam jika hanya dibatasi oleh dinding tembok kita sendiri tanpa pernah berpikir untuk menjangkau lebih banyak jiwa yang berada di luar dinding itu. Penulis Ibrani menyampaikan firman Tuhan yang berbunyi: “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” (Ibrani 10:24). Prinsip saling yang positif harus terus kita kembangkan, karena kita harus menyadari bahwa kita ini terbatas dan lemah seperti belalang. Menghadapi hari-hari yang semakin sukar ini, sudah seharusnya kita lebih menekankan kebersamaan, membangun hubungan kekeluargaan dan persaudaraan erat dengan saudara-saudari kita lainnya. Apa yang diinginkan Tuhan sesungguhnya jelas. Berhentilah menjadi pribadi yang eksklusif! “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (ay 25).

Demikian pentingnya persekutuan, karenanya itu jangan sampai kita abaikan atau nomorduakan. Disana kita bisa saling menguatkan, menegur dan meneguhkan. Apabila kita menyadari bahwa kita hanyalah manusia yang lemah, seharusnya kita menyadari kekuatan yang bisa hadir lewat sebuah kerjasama. Firman Tuhan berkata: “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (Pengkotbah 4:9-10). Lalu selanjutnya dikatakan: “Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”(ay 12). Belalang jika hanya seekor akan mudah dipatahkan, tetapi akan memiliki kekuatan yang luar biasa ketika mereka bersatu. Hari-hari yang kita jalani sesungguhnya sulit. Oleh karena itu marilah kita lebih giat lagi bersekutu, saling support, saling bantu, saling dorong, agar kita bisa sama-sama terus bertumbuh dalam Tuhan.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh

Sumber: Renungan Harian Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s