Pelajaran dari Belalang (1)

Pelajaran dari Belalang (1)
Ayat bacaan: Amsal 30:27
========================
“belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur”

Salah satu tipikal karakter manusia yang sering kita jumpai adalah sulit diatur, tapi sebaliknya senang mengatur. Orang senang mengatur karena dengan demikian mereka seakan memiliki otoritas dan kewenangan sehingga berada di atas orang lain. Sebaliknya harga diri seakan anjlok ke titik nadir jika harus hidup dibawah aturan atau perintah orang lain. Maka kita melihat banyak orang yang melanggar berbagai peraturan-peraturan seenaknya meski mereka tahu bahwa itu baik. Ada banyak orang yang senang membangkang bahkan mudah untuk melawan karena merasa harga dirinya terpijak jika berada di bawah perintah orang lain. Dalam dunia pekerjaan kita melihat sebuah syarat yang hampir selalu ada selain jenjang pendidikan minimal, yaitu “mampu untuk bekerja sama dalam tim”. Ini menjadi semakin penting karena manusia tampaknya semakin kehilangan sifat sosialnya digantikan oleh ego yang semakin tinggi. Dalam rumah tangga hal yang sama pun terjadi. Ada banyak rumah tangga yang akhirnya hancur berantakan karena anak-anak yang tidak patuh kepada orang tua, atau suami/istri yang sama-sama mempertahankan ke-egoisannya. Itulah salah satu sifat negatif manusia yang seringkali menjerumuskan ke jurang kehancuran. Egois, individualis dan sulit untuk diatur.

Dalam hal ini manusia harusnya malu terhadap belalang. “Belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur” (Amsal 30:27), demikian kata Agur bin Yake. Belalang yang tidak punya raja saja ternyata bisa teratur, sedangkan kita yang memiliki Raja di atas segala Raja, malah hidupnya tidak punya aturan. Belalang bukanlah hewan yang punya senjata mematikan atau tenaga yang kuat. Belalang adalah hewan yang lemah dan sangat rentan terhadap bahaya. Jika seekor belalang masuk ke dalam rumah, kita tidak akan kesulitan untuk menangkapnya bukan? Tapi cobalah lihat betapa bahayanya jika belalang datang berkelompok untuk menghancurkan pertanian. Dan hebatnya, mereka bisa teratur untuk bekerja dalam satu tim untuk satu tujuan yang sama.

Karena itulah lewat perkataan Agur bin Yake ini kita diajak untuk belajar dari belalang mengenai keteraturan. Belajar mematuhi aturan dan belajar untuk hidup disiplin sesuai firman Tuhan. Kita harus mampu melatih diri kita untuk mau hidup teratur dalam berdoa, saat teduh, membaca alkitab dan sebagainya. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105). Ya, tanpa mematuhi firman Tuhan, kita tidak akan mampu untuk tumbuh secara rohani dan tidak akan diselamatkan.

Teratur seringkali tidak mudah. Bisa sangat sulit bagi kita untuk mau mulai untuk patuh terhadap aturan Firman Tuhan, namun ingatlah bahwa apa yang akan kita peroleh pun sebanding. Betapa indahnya jika sebuah keluarga saling mengasihi dan hidup sesuai aturan, dan mau bersepakat bersama-sama membangun sebuah mesbah doa keluarga. Apa yang akan kita peroleh? Demikian firman Tuhan: “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:19). Sama seperti belalang di dunia hewan, kita pun merupakan mahluk yang lemah dan rentan terhadap bahaya. Kita tidak akan bisa berbuat apa-apa jika hidup menuruti ego dan berjalan sendiri-sendiri, apalagi jika menjadi orang yang sulit diatur atau sulit mematuhi aturan, termasuk di dalamnya peraturan-peraturan Tuhan. Disiplin adalah sesuatu yang harus dilatih. Hari ini marilah kita mulai melatih diri untuk memiliki hidup yang teratur agar hidup kita berkenan di hadapan Tuhan.

Belalang tidak punya pemimpin saja mampu hidup teratur, kita yang memiliki Raja di atas segala raja seharusnya bisa lebih

Sumber: Renungan Harian Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s