Bergaul Karib dengan Tuhan (2)

(sambungan)

Kemarin kita sudah melihat bahwa kita ternyata bisa bergaul karib layaknya sahabat yang sangat dekat dengan Tuhan. Tuhan mau membuka diri bagi kita untuk mengenalNya terus lebih dalam lagi. Dia bukanlah sebuah misteri yang kaku, dingin, arogan, eksklusif dan tidak terjangkau melainkan sebuah Sosok Pribadi yang terbuka dan bersahabat. Kita pun sudah melihat bahwa ada beberapa orang yang dicatat Alkitab memiliki kehormatan untuk disebutkan sebagai orang-orang yang sangat dekat, berkenan di hati Allah dan hidup bergaul denganNya. Pertanyaannya hari ini, apakah itu berlaku hanya bagi segelintir orang yang benar-benar beruntung saja atau tidak? Tawaran yang sama jelas berlaku bagi semua anak-anakNya, termasuk anda dan saya. Jika Henokh, Nuh dan Daud bisa, kita pun bisa apabila memiliki kualitas hidup penuh ketaatan yang sama seperti mereka. Lantas pertanyaan kedua, apa keistimewaan yang kita dapatkan sebagai sahabat karib Tuhan?

Seseorang yang disebut sebagai sahabat karib yang akrab tentu bukanlah sosok teman yang hanya mencari keuntungan dan kesenangan saja dari kita. Mereka akan tetap setia bersama kita ketika kita mendapat musibah atau berbagai bentuk kesusahan. Mereka akan dengan senang hati membantu kita sedapat-dapatnya ketika kita dalam kesesakan. Itu sosok sahabat karib dan seperti itu pulalah seharusnya hubungan kita dengan Tuhan. Apakah kita hanya berdoa siang dan malam untuk ditolong Tuhan dari kesusahan, dan setelah itu kita melupakannya? Apakah kita cepat menuduh Tuhan tidak adil atau tidak peduli ketika kita terus bergumul dalam masalah? Apakah kita menempatkan segala kegiatan, kepentingan atau kebutuhan di dunia di atas kebutuhan kita untuk bersekutu dengan Tuhan? Itu artinya kita belum menempatkan Tuhan pada posisi sebagai sahabat karib. Lalu bagaimana mungkin kita berharap Tuhan menjadi sahabat karib kita?

Padahal Tuhan menjanjikan banyak hal istimewa kepada orang-orang yang bergaul akrab dengannya. Mari kita lihat apa yang Dia berikan kepada orang-orang yang dianggap sebagai sahabat karibNya. “..Inilah yang difirmankan TUHAN: Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku…” (Imamat 10:3). Tuhan menyatakan kekudusanNya dan memperlihatkan kemuliaanNya kepada orang-orang yang Dia anggap bersahabat karib denganNya. Lewat Daud kita juga bisa memperoleh gambaran akan hal ini. Kata Daud: “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” (Mazmur 25:14). Takut akan Tuhan akan membawa kita untuk terus membangun hubungan dengan Tuhan hingga ke tingkat ke-karib-an yang benar-benar kuat, dan hal itu akan membuat Tuhan bersikap terbuka dalam memberitahukan rencana dan rancanganNya pada kita. Itu janji Tuhan. Selanjutnya dalam sebuah persahabatan yang terbina akrab biasanya ada penyertaan dan kebersamaan. Dan itu pun akan terjadi antara kita dengan Tuhan ketika kita bergaul karib denganNya. Bukankah berkali-kali Tuhan sudah menyatakan kesetiaanNya untuk tetap ada bersama kita setiap saat? Karenanya janganlah tergoda oleh berbagai hal yang ditawarkan dunia yang mampu merenggangkan hubungan kita dengan Tuhan. Seperti halnya kita merasakan sakit yang luar biasa jika sahabat karib kita menghianati kita, tentu Tuhan pun akan merasa kecewa apabila kita menghianatiNya, terlebih jika itu hanya untuk kepentingan atau kepuasaan sesaat di dunia yang hanya sementara ini. Itu akan sangat menyakitkan bagi Tuhan, seperti halnya kita pun akan merasa sakit ketika diperlakukan demikian oleh sahabat terdekat kita. Tetaplah ingat bahwa setiap pelanggaran dan ketidaktaatan akan mendapat balasan yang setimpal. (Ibrani 2:2).

Tuhan menciptakan kita seperti rupa dan gambarNya sendiri seperti yang bisa kita baca di awal penciptaan. “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita… Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia” (Kejadian 1:26-27). Itu salah satu bukti kuat. Tuhan menciptakan kita menurut gambarNya sendiri agar kita dapat mengenal dan menanggapiNya. Dia membangun unsur-unsur dalam kepribadian kita yang selaras dengan kepribadianNya. Kita mempunyai pemikiran untuk mengerti dan menanggapi pemikiranNya, we have emotions to grab His emotions, kita juga punya kehendak untuk menanggapi kehendakNya. Jika tidak, Tuhan tidak akan merasa perlu untuk membuat kita menjadi mahluk mulia, ciptaanNya yang teristimewa lewat rupa dan gambarNya sendiri. Tuhan membuka diri untuk dikenal, dan membuka tawaran untuk bersahabat akrab atau bergaul karib denganNya. Apakah kita mau menyambut uluran tangan Tuhan ini atau tidak, semua itu tergantung diri kita sendiri. Yang pasti, Tuhan akan sangat gembira apabila kita mau menyambutNya dan menjadikan Dia sebagai Sahabat yang akrab dengan kita. Bergaul kariblah dengan Tuhan dengan melibatkanNya dalam setiap aspek kehidupan kita. Rajinlah berdoa, membangun hubungan yang intim denganNya dengan rutin, muliakan Dia selalu dengan tubuh, perbuatan dan perkataan kita. Put Him in the first priority, don’t dissapoint or make Him sad with our foolish actions. That’s what real best friends do. Tuhan menanti anda untuk menjadi sahabat karibNya, maukah anda menerima uluran tanganNya hari ini?

Tuhan membuka diri untuk dikenal dan kesempatan untuk bersahabat karib denganNya

Sumber: renungan harian online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s