Respon Presiden RI atas Percakapan Bersama PGI dan Pimpinan Agama di Papua

1. menghargai keterbukaan dan penyampaian secara langsung dan tidak menutup-nutpi apa yang terjadi. hal-hal ini yang barangkali tidak dilihat oleh jakarta tetapi dirasakan oleh saudara-saudara;

2. Saya akan mencari solusi yang sungguh-sungguh menyelesaikan berbagai bidang. Empat hari lalu dalam sidang kabinet saya berkata: peran gereja dan pemimpin agama sangat sentral dan oleh karena itu wajib kita libatkan dalam proses mencari solusi di Papua.

3. Dalam sidang kabinet 2 bulan lalu kita melihat ada 2 cara pandang yang berbeda: mind set papua adalah Merdeka dan mind set pemerintah adalah: sentralisme. keduanya ini tidak akan pernah bertemu dan tak akan menyelesaikan. Namun ada kearifan: Jalan tengah, take and give. otsus dijalankan maka keadilan dan kebebasan akan didapatkan.

4. Untuk 3 tahun tersisa dalam periode saya, kita menempuh jalan tengah agar tidak ada lagi korban yang jatuh. Inilah solusi arif bagi Papua dan bagi Indonesia. maka harus dilihat dalam paket yang konprehensif berupa basic policy: 1) Kedaulatan RI, 2) Otonomi Khusus, 3) Percepatan dan Perluasan Pembangunan, 4) Affirmatif Action dan 5) Penindakan atas pelanggaran hukum dan HAM. Ini yang harus kita rumuskan dan jalankan bersama.

5. Mind Set Jakarta dengan pendekatan militer harus kita lawan, dan saya minta OPM dengan gerakan bersenjata juga dihentikan. kalau keduanya dilepas (mind set merdeka dan mind set Jakarta) maka ada ruang buat dialog. Oleh Karena itu, dua hal mendasar harus kita lakukan: 1) Hentikan Operasi OPM dan 2) Hentikan Operasi Militer. Hanya dengan demikian ketentraman masyarakat Papua dapat kita ciptakan dan dengan demikian kita bisa menyempurnakan Otsus, yang pada giliranya akan ada jalan baru.

Mari kita endapkan dulu hasil percakapan hari ini dan akan ada percakapan lanjutan yang lebih panjang dan detail.

Saya sudah mewarisi kenyataan 2 prodinsi sebagai Presiden ini harus saya tanggungjawabi. Yang perlu kita pikirkan sekarang bagaimana agar hal ini tidak jadi gangguan.
Tentang pemekaran wilayah, saya mendukung moratorium pemekaran, namun proses-proses politik di DPR dan DPD dan demo-demo didepan istana tidak selalu dapat menerima tapi kita akan selektif.
6) tentang Operasi di Paniai, akan ada penindakan kalau ada pelanggaran HAM;

7) Stigma separatisme akan sirna jika ditemukan solusi bersama yang baik. Solusi permanen akan menghilangkan batas-batas separatisme. OPM juga akan diterima dalam komunitas politik. Stigmatisasi bukan kebijakan saya, dan olehnya harus kita hilangkan.

8) mengenai UP4B: ini memiliki itikad baik. Kalau menimbulkan missunderstanding, nanti kita ketemu dulu dan duduk bersama membicarakan agar tidak ada kecurigaan baru;

9) Tentang Pluralisme dan soal kebebasan beragama. Apa yang terjadi sekarang itu bukanlah sebuah policy (kebijakan) Saya cinta Pluralisme, bebas sesuai dengan Konstitusi (UUD 45). Terkait GKI Yasmin: Putusan hukum yang sudah final tidak boleh diabaikan. Kalau ada masalah dalam menjalankannya, selesaikan. saya sudah minta menteri menyelesaikan, kalau tidak saya akan turun tangan langsung.

10) Mengenai NII kita tegas dan keras. Ormas keagamaan yang tidak cinta bendera dan lagu Indonesia Raya, malah tunduk pada idiologi global, tidak mendapat tempat.

11) Kita membutuhkan Komisi bersama dari unsur pemerintah dan unsur gereja untuk mengawasi dan menghentikan kekerasan;

12) Tentang Pengadilan di Papua, saya minta MENHUKHAM untuk merevieuwnya.

Tambahan:
1) UP4B baru akan jalan setelah ada percakapan yang lebih konfrehensif dan representatif;

2) Mesti ada afirmation Action untuk jabatan-jabatan pendidikan dan ekonomi;

3) Hentikan Operasi keamanan. Yang beroperasi hanya satuan-satuan organik, demikian juga dari yang berseberangan agar dihentikan dan kita bangun komunikasi.

3) Diharapkan akan ada pertemuan lanjutan pertengahan Januari 2012. Sumber: Notulensi: Pdt.Gomar Gultom.

Satu pemikiran pada “Respon Presiden RI atas Percakapan Bersama PGI dan Pimpinan Agama di Papua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s