Pertemuan Pimpinan Agama Papua Bersama Presiden RI

Mereka antara lain Pdt Jemima Krey M. (ketua Gereja Kristen Injili di Papua atau Gereja Kristen Injili di Tanah Papua), Rev Benny Giay (Ketua Gereja Kingmi di Tanah Papua) , Pendeta Socratez Sofyan Yoman (Ketua Aliansi Gereja-gereja Baptis di Papua atau Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua) dan Pendeta Martin Luther Wanma (ketua Alkitab Kristen Indonesia Gereja atau Gereja Kristen Alkitab Indonesia). Frederika Korain, manusia Papua aktivis hak-hak dan seorang mahasiswa Universitas Nasional Australia, juga bergabung mendelegasikan.

Pertemuan ini diprakarsai oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) yang anggota dewan juga mengambil bagian dalam pertemuan itu: Rev Andreas Yewangoe (Ketua), Gomar Gultom Rev (sekretaris umum) dan Pdt Phil Erari (wakil ketua).

Para pemimpin gereja menyerahkan surat tujuh halaman kepada Presiden Yudhoyono, meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan dialog dengan rakyat Papua. Mereka juga meminta Presiden Yudhoyono menghentikan Operasi Matoa di Paniai, Papua, yang telah menyebabkan 14 orang tewas dan beberapa desa dibakar pada 12 Desember.

Rekomendasi lainnya termasuk mengambil tentara non-organik dari Papua, melepaskan tahanan politik Papua dan membatalkan Peraturan Pemerintah Nomor 77/2007 yang melarang bendera Bintang Kejora.

Mereka juga menyatakan bahwa Otonomi Khusus 2001 di Papua telah gagal. Mereka mempertanyakan pembentukan Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) tanpa partisipasi dari orang Papua, menyebut langkah tersebut “demokrasi non.”

Benny Giay mengatakan Sabtu bahwa pertemuan itu berlangsung selama lebih dari dua jam. “Ini benar-benar menyakiti saya ketika mengetahui anggota gereja kami diserang, desa-desa mereka dibakar, sementara kita di sini di Jakarta.”

Giay berasal dari Onago desa di Danau Tigi di Paniai, dekat Edadu, di mana militer dan polisi Indonesia telah menyelenggarakan operasi militer bersama sejak 13 Desember.

Mereka juga mengatakan kepada Presiden Yudhoyono bahwa kebanyakan orang Papua asli telah menderita dari pemerintahan Indonesia sejak Indonesia mengambil alih Nugini pada tahun 1962. Kekerasan menciptakan banyak penderitaan pada rakyat. Mereka mengatakan kebanyakan orang Papua berkeinginan harus dipisahkan dari Indonesia.

Di depan tamu-tamunya, Yudhoyono langsung meminta kepala polisi Jenderal Indonesia Timur Pradopo untuk menghentikan Operasi Matoa. Dia juga menyebutkan bahwa Presiden AS Barack Obama dan Menlu Hillary Clinton telah mengangkat masalah pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

Yudhoyono menyambut dialog semacam tetapi ia mengingatkan tamu bahwa sebagai presiden ia harus menjaga integritas wilayah Indonesia. Dia berjanji untuk menegakkan hukum di Papua dan untuk menghentikan pelanggaran hak asasi manusia. Yudhoyono berjanji untuk melakukan dialog lain dengan empat Pendeta pada minggu ketiga bulan Januari.

Pertemuan dimulai pada pukul 09:00 dan berakhir pukul 11:30 di perpustakaan pribadi Yudhoyono. Gomar Gultom menyelenggarakan konferensi pers di kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Sabtu pagi.

Kedua Yoman dan Giay berada di bawah daftar menonton militer Indonesia. Sebuah dokumen militer Indonesia bocor pada bulan Agustus 2011 mengungkapkan bahwa agen Kopassus memantau Giay dan Yoman.

Giay mengatakan kepada saya bahwa Yudhoyono terkejut ketika melihat foto seorang aktivis Papua Wayan sekarat Wayeni pada surat itu. Mereka mengatakan bahwa Imam Setiawan, petugas polisi Indonesia yang memimpin serangan terhadap Yawan Wayeni di Pulau Serui, pada Agustus 2009, kemudian dipromosikan menjadi kepala polisi Jayapura. Dalam posisi barunya, Setiawan digunakan kekuatan berlebihan saat menindak Kongres Papua pada Oktober 2011 dan menangkap sekitar 300 orang Papua. Tapi Setiawan mendapat promosi lain meskipun ada peringatan tertulis untuk perilaku kasar itu. Dia sekarang wakil direktur lalu lintas di Papua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s