GKII di Tanah Papua's Weblog

Transformasi Dunia Dengan Kuasa Kristus Yang Bangkit

  • Anda Pengunjung ke:

    • 36,133 hits
  • Firman TUHAN Untuk Anda

    Matius 24:14 Injil Kerajaan ini harus diberitakan ke seluruh Dunia, barulah tiba kesudahannya.
  • DR.A.B.Simpson

    Free Image Hosting at www.ImageShack.us Pendiri The Christian &Missionary Alliance
  • KALENDER 2014

    Januari 2012
    S S R K J S M
    « Agu   Feb »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • AKTIVITAS GKII

    Rapat Kerja III Sinode GKII Wilayah I Papua, 21-23 Mey 2014, Bertempat di Gedung Serba Guna Bethesda . Jl.Sekolah No.21 Abepura, Kota Jayapura.

    Peserta:
    Klasis Pantai Selatan
    Klasis Daerah Pantai
    Klasis Dafonsoro
    Klasis Teluk Cenderawasih
    Klasis Kepala Burung
    Klasis Perbatasan Keerom
    Klasis Persiapan Sarmi
    Biro-Biro Pelayanan Sinode GKII Wilayah I Papua

    Lembaga GKII:
    STT GKII Sorong
    STT Levinus Rumaseb Jayapura
    Toko Buku Kalam Hidup
    Misi Yayasan Pembangunan Masyarakat Desa
    Misi C&MA

  • LINK MEDIA

Network and Teamwork

Posted by gkiiwilayahpapua pada Januari 31, 2012

Ayat bacaan: Markus 2:3-4
=====================
“ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.”

teamworkSaya merasa sangat senang hari ini. Betapa tidak, saya akhirnya menemukan dua orang untuk bertugas sebagai kontributor dari luar negeri, satu di negara lain di Asia dan satu di Amerika dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Hal ini buat saya sangatlah besar maknanya, karena saya bisa memperoleh hasil-hasil liputan dari koresponden atau kontributor di luar tanpa saya harus mengeluarkan biaya besar untuk pergi kesana sendiri atau mengirim tim dari negara kita untuk meliput kesana. Hal seperti ini tidak akan bisa tercapai kalau saya menutup diri dari pergaulan dan tidak terus memperluas jaringan atau network. Seperti halnya telepon selular, providernya tidak akan laku kalau daya jangkaunya sempit. Semakin luas, maka semakin besar pula kesempatan untuk dipilih oleh konsumen, karena apalah gunanaya sebuah fasilitas komunikasi apabila area jangkauannya sempit.

Banyak orang yang cenderung berpikir bahwa mereka sanggup melakukan segala sesuatu sendirian. Mereka sulit percaya orang lain dan mengira bahwa merekalah yang paling hebat dan karenanya tidak membutuhkan kehadiran orang lain. Membangun network di mana di dalamnya terdapat teamwork yang harmonis, baik dan kuat sangatlah penting, karena biar bagaimanapun tidak ada satupun manusia super yang sanggup melakukan segala sesuatunya sendirian. Itu bukan blueprint manusia menurut rancangan Tuhan. Kita diciptakan untuk saling melengkapi dan saling berinteraksi satu sama lain untuk bisa memperoleh hasil yang terbaik. Dengan jelas hal ini bisa kita lihat dari sejarah penciptaan awal manusia. Tuhan secara jelas berkata: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.” (Kejadian 2:18a). Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan: “It is not good (sufficient, satisfactory) that the man should be alone.” Terjemahannya kira-kira seperti ini: Tidak baik, tidak cukup, dan tidak akan maksimal kalau manusia itu sendirian. Artinya Tuhan tidak pernah menginginkan manusia untuk berusaha, bekerja atau bahkan hidup sendirian saja, terkucil, tertutup dan terisolasi dari sekitarnya. Dan itu bermakna bahwa selama kita hidup, kita harus bisa memperluas jaringan kita agar kita bisa terus lebih maksimal lagi dalam melakukan segala sesuatu dalam hidup kita.

Mari kita lihat sebuah kisah tentang network dengan teamwork yang baik di dalam Alkitab, yaitu dalam Markus 2:1-12. Pada satu hari Yesus datang lagi ke Kapernaum, dan orang ramai berkerumun mendatangi Dia untuk bertemu. Saking banyaknya orang yang datang, rumah di mana Yesus berada kemudian menjadi penuh sesak hingga dikatakan tidak ada tempat kosong lagi. Yesus pun kemudian memberitakan firman kepada semua yang hadir. Lalu “ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.” (ay 3). Keempat orang ini menggotong sahabat mereka dan ingin bertemu dengan Yesus agar sahabat mereka bisa sembuh. Tapi mereka tidak bisa menembus kerumunan yang sedemikian padat. Menyerahkah mereka? Ternyata tidak. Inilah yang mereka lakukan selanjutnya. “…mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.” (ay 4). Melihat kegigihan mereka, Yesus pun kagum. Alkitab mencatatnya seperti ini: “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (ay 5). Adalah iman yang membuat mereka mau terus berjuang untuk bisa bertemu dengan Yesus dengan cara apapun. Iman mereka yang kuat membuat mereka tidak bisa dibatasi atau dihalangi oleh kerumunan besar orang. Singkatnya Yesus pun menyembuhkan orang itu. “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu! Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.” (ay 11-12).

Dalam renungan ini marilah kita lihat sosok pribadi orang lumpuh tersebut secara khusus. Pernahkah terpikirkan oleh anda bagaimana sulitnya bagaimana susahnya menggotong seorang lumpuh di atas tilam ke atas atap di tengah kerumunan orang banyak? Pasti sulitnya bukan main. Memanjat sendiri saja susah, ini menggotong orang yang terbaring di atas tilam. Bahkan sekiranya pun mereka pemain sirkus itu masih tetap sulit untuk dilakukan. Jika kita melihat bahwa keempat orang ini mau bersusah payah untuk sahabatnya, kita bisa sampai pada sebuah kesimpulan bahwa orang lumpuh ini tentu merupakan orang yang baik dalam pergaulannya, dan pasti keempat orang itu punya kesan yang dalam atau hubungan yang sangat baik dengan dirinya. Kalau tidak mustahil rasanya keempatnya terbeban untuk menolong dengan harus menempuh cara yang sangat merepotkan bahkan berbahaya. Sekiranya orang lumpuh itu adalah orang yang sombong, saya yakin tidak akan ada orang yang peduli kepadanya, dan dia akan tetap lumpuh. Kita bisa menyimpulkan bahwa si lumpuh adalah orang yang sangat baik di mata temannya, dan dia berhasil membangun sebuah network yang baik.

Kemudian mari kita lihat hal selanjutnya. Untuk menurunkan seseorang dari atap seperti itu diperlukan sebuah proses teamwork yang baik. Mengapa demikian? Karena jelas, untuk menurunkan orang terbaring dengan tali dari atap butuh keseimbangan di setiap sisi agar si lumpuh tidak jungkir balik jatuh ke bawah. Satu saja tidak sinkron, maka bisa dibayangkan apa akibatnya. Bukannya sembuh, si lumpuh malah bisa terbanting dari atap dan menemui ajalnya seketika. sedikitnya ada tiga hal yang bisa kita pelajari dari bagian ini.

* Kesombongan tidak akan pernah membawa manfaat apa-apa selain mendatangkan kerugian pada diri sendiri. “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” (Amsal 16:18). Tuhan juga mengatakan bahwa pada saatnya nanti orang-orang yang sombong ini akan kena getahnya. “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.” (Yesaya 2:11).Kita harus selalu membina hubungan baik dengan sesama kita dengan tulus. Ada saat dimana kita menolong, ada pula saat ketika kita butuh pertolongan mereka. Kita tidak akan bisa hidup sendirian, dan kesombongan akan merupakan tembok penghalang utama bagi kita untuk bisa memperluas hubungan dengan lebih banyak orang laig.

* Untuk mencapai suatu keberhasilan dibutuhkan kerjasama yang baik dengan orang lain. It takes a good teamwork to succeed. Tidak ada orang yang bisa selalu kuat dan sanggup mengerjakan segala sesuatunya sendirian. Bayangkan jika sebuah gereja hanya terdiri dari satu pendeta tanpa adanya pengerja yang lain. Tanpa diaken, tanpa pengerja, pemusik, tim pendoa dan sebagainya, apa jadinya gereja itu? Sanggupkah satu orang merangkap semuanya itu? Tentu saja tidak.Tanpa kerjasama dengan orang lain maka akan sulit bagi kita untuk mencapai sebuah keberhasilan.

* Dibutuhkan keseimbangan atau balance dalam sebuah proses. Jika kita fokus hanya pada satu titik dan mengabaikan hal-hal lain, hidup tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik. Jika anda hanya membaca alkitab tapi tidak bekerja, atau sebaliknya hidup membanting tulang dari kemampuan diri sendiri tanpa ditopang firman Tuhan untuk menguatkan dan membimbing anda, itu tidak akan membawa hasil apa-apa. Jika anda hanya berdoa tanpa melakukan apapun, atau mengabaikan pentingnya doa dan hanya berjuang, itu pun akan sia-sia.

Adalah penting bagi kita untuk membangun teamwork yang solid atau kokoh dan terus memperluas network kita. Tanpa itu semua kita akan stagnan, berjalan di tempat dan tidak akan pernah bisa maju dalam segala hal. Kesombongan, menutup diri atau merasa diri paling hebat haruslah kita tinggalkan secepat mungkin agar kita bisa melakukan hal itu. Menjadi pribadi yang rendah hati, penuh kasih akan membuat kita bisa mengulurkan jabat persahabatan dengan lebih banyak orang tanpa terkecuali dan itu sangatlah menentukan arah kesuksesan kita ke depannya. Belajarlah dari kisah orang lumpuh dengan keempat temannya ini dan jadilah orang-orang yang sukses dengan network luas dan teamwork kuat.

Without extending your network and building a solid teamwork you won’t go anywhere

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: