Status Gereja Kemah Injil (KINGMI) Papua tidak mendapat pengakuan dari Persekutuan Kemah Injil se-Dunia
Posted by gkiiwilayahpapua pada Februari 16, 2009

Ketua Kemah Injil se-Dunia (AWF) bersama Pdt.Niko Waker utusan dari GKII Wilayah II Pergunungan Tengah Papua
Status Gereja Kemah Injil (KINGMI) Papua tidak mendapat pengakuan dari Persekutuan Kemah Injil se-Dunia sebagaimana pengakuan para utusan GKII Wilayah I, II dan III Papua yang menghadiri Konferensi Kemah Injil se-Dunia di Santiago, Amerika Selatan. Kemah Injil sedunia (AWF) hanya mengakui GKII Wilayah Papua yang dipimpin oleh: Pdt.Karel Maniani,S.Th, Pdt. Niko Waker dan Pdt.Yehuda Bunay,S.Th.
Adapun sejumlah alasan mendasar adalah: pendirian GKIP bukan rekomendasi atau hasil dari Konferensi Nasional GKII di Kinasih Bogor sebagaimana pernyataan Ketua Umum GKII Pusat.
Perubahan Anggaran Dasar GKII pada KONAS 2006 hanya perubahan nomen latur dan bukan perubahan sistem pemerintahan sebagaimana yang ditafsirkan oleh pemimpin GKIP yang ingin benar-benar keluar dari GKII Kesatuan. Hal inipun terbukti dari berbagai pernyataan-pernyataan pimpinan GKII serta berbagai upaya yang dilakukan diantaranya:
a. Pihak GKIP Berusaha dan mendapatkan sejumlah rekomendasi dari berbagai lembaga gereja mitra, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pemerintah ?
b. Berusaha mendaftarkan diri sebagai lembaga keagamaan pada Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Agama.
c. Memiliki Anggaran Dasar sebagai landasan hukum dan telah disaahkan melaui Konferensi Gereja Kemah Injil KINGMI Papua di Nabire tahun 2006.
d. Organisasi baru yang dibentuk dengan sebutan GKIP berpusat di Papua terlihat dari Logo yang berlatarbelakang pulau Papua.
e. Didalam struktur organisasi Sinode Kingmi telah membentuk Departemen yang pada dasarnya sejajar dengan organisasi tingkat pusat.
f. Dalam sejumlah keputusan melalui Konferensi di Nabire maupun Rapat Kerja Sinode telah menyatakan diri keluar dari Gereja Kemah Injil Indonesia.
3. Pernyataan Ketua Missi CMA sedunia dalam konferensi Gereja Kemah Injil sedunia (AWF) di Chilie Santiago pada tanggal 8-12 April 2008 yang dihadiri oleh perwakilan Gereja Kemah Injil dari 91 negara di dunia menyatakan bahwa menolak dan tidak mengakui keberadaan Sinode Kingmi di Papua. (Mc)

















John W berkata
GKIIWILAYAHPAPUA: apakah AD/ART menyatakan bahwa KINGMI papua harus mendapat pengakuan dari persekutuan Kemah Injil sedunia? Kalau ada, pasal berapa, ayat berapa????
ANDA SENDIRI TIDAK MENAATI PERATURAN GKII. Apa yang dinyatakan dalam AD/ART tidak ditaati, anda hanya menaati apa yang anda mau (menuruti kehendakmu sendiri), bukan menaati peraturan GKII yang tertuang dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga/ peraturan GKII dan Keputusan KONAS. KONAS ITU KEPUTUSAN TERTINGGI, PASAL 19 AYAT 2 DAN 3 SANGAT JELAS. KINGMI papua sudah menaati keputusan KONAS dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga GKII. Anda itu pendeta tapi pembicaraannya LAIN DITULIS, LAIN DIBICARAKAN. LAIN DIMULUT, LAIN DIHATI. GAWAT KA TIDAK????????
PENDETA BARU…
gkiiwilayahpapua berkata
Pak Jhon..Salam tan terima kasih karna anda telah mengunjungi blog GKII Wilayah Papua.
Terkaitstatus KINGMI Papua sudah sangat jelas bahwa organisasi GKIP adalah bentuk perlawanan dari sejumlah umat GKII terhadap AD/ART GKII. Buktinya:
1. Dklarasi di Nabire Tahun 2006 tidak mendapat persetujuan dari BPP;
2. GKIP adalah jelmaan dari sebuah organisasi baru diluar sistem gereja GKII;
3. Sistem pemerintahan dalam GKIP bukan sebagaimana dimaksud dalam AD/ART;
4. Keputusan KONAS Tahun 2006 adalah: penggunaan istilah wilayah/Sinode bukan membentuk sebuah sinode lokal di Papua;
5. Keputusan KONAS 2006 adalah pemekaran wilayah papua menjadi 3 wilayah sebagaimana hasil RAKERWIL Nabire.
6. penggunaan organisasi KINGMI tidak ada dasarnnya karna KINGMI Irian Jaya dan KINGMI lainya di Indonesia sudah dibubarkan dan dilebur kedalam satu AD/ART GKII
Dengan penjelasan ini saya harap Bapak tidak lagi keliru.
gkiiwilayahpapua berkata
Firman Allah berkata: Uuran yang kita pakai akan diukur kepada mu. Itu artinya setiap kita akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita kepada Tuhan. Organisasi gereja merupakan bagian dari karya Allah. GKII merupakan bagian dari sejarah KINGMI di Tanah Papua yang dibentuk di Beoga Tahun 1962. Sebagai warga kerajaan ALLAH kita harus bersabar melihat waktunya Tuhan untuk menguji apakah GKII atau GKIP keduanya merupakan karya Allah atau karya manusia ?
gkiiwilayahpapua berkata
Pak Doktor harus belajar untuk menghargai perbedaan pendapat…gkip bukan GKII DAN GKII BUKAN GKIP PAK. Fakta menunjukan GKII berbeda dengan GKIP. Pak doktor harus banyak baca hasil KONAS dan juga hasil RAKERNAS karena disitu jelas termuat makna yang terKandung dalam AMANDEMEN AD/ART. Apakah anda benar-benar tidak paham atau paham tapi pura-pura tidak paham.
Salam,
Redaktur
gkiiwilayahpapua berkata
Satu hal yang saya lupa adalah bahwa : Sejak berdiri tahun 1962 KINGMI (Persekutuan) dan menjadi Gereja Kesatuan Tahun 1998 dengan nama GKII..sejak itu GKII dipimpin oleh orang asli Papua. Kita jangan menjadi bangsa yang suka mempersalahkan orang lain…tapi mari kita bersyukur atas smua karya ALLAH melalui Gerejanya. Salam
gkiiwilayahpapua berkata
Sejak Dulu hingga sekarang GKII dipimpin oleh anak-anak Tanah di Wilayah Papua. Salam
gkiiwilayahpapua berkata
Pertama-tama terima kasih karna anda telah mengunjugi Blog GKII Wilayah Papua.
Perbedaannya yang saya pahami: adalah deklarasi pembentukan GKIP bukan bagian dari keputusan-Keputusan KONAS, KONWIL dan RAKERWIL GKII.
KINGMI telah dibekukan dengan keputusan Menteri Agama RI (bisa baca dalam AD/ART GKII) dan KINGMI berevolusi menjadi GKII.
Jadi kalau GKIP menggunakan sebutan KINGMI sama dengan masih bergantung kepada GKII padahal keberadaab GKIP bukan bagian dari GKII.
Apabila anda masih belum paham silahkan berdiskusi dengan BPP GKII Pusat atau BPW I, II, dan II di Tanah Papua.
Salam
GKII
gkiiwilayahpapua berkata
Thanks atas kunjungan ada di blog kami… Sesuai dengan sejaha KINGMI di Irianjaya… yang masuk tanah Papua adalah misi CAMA atau C&MA yang pada waktu itu berpusat di Makasar dan selanjutnya berkantor di Papua. KINGMI lahir di Papua pada tahun 1962 sebagai sebuah organisasi gereja, melalui konferensi pertamanya di Beoga dengan ketua sinode 1 adalah: Pdt.CHD.Paksoal. KINGMI (Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia) berdiri pertama di Kalimantan Timur dan selanjutnya di daerah indonesia lainya termasuk Irian Jaya pada waktu itu. KINGMI berubah nama menjadi GKII ketika konferensi di Makasar dan KINGMI Irian Jaya termasuk yang menyetujuinya. jadi kami sarankan saudara bisa banyak baca buku tentang sejarah Kemah Injil di Irian Jaya/papua sehingga anda tidak salah dalam memahami sejarah KINGMI yang sesungguhnya.
Salam…GBU